Berita > Peristiwa

Sedih, Omak-Omak Penjual Lomang Event Pacu Jalur di Tribun Finish Digusur

Sedih, Omak-Omak Penjual Lomang Event Pacu Jalur di Tribun Finish Digusur

Suasana pedagang dalam acara pacu jalur Kuansing. Dok : Ist

TELUK KUANTAN - Kisah sedih melanda omak-omak penjual lomang Sejak pacu jalur digelar mereka menempati areal jalan dekat bangunan tribun finish.

Kehadiran mereka selama ini menjadi ciri khas pacu jalur itu sendiri. Pengunjung yang ingin membeli lomang untuk dinikmati atau jadi oleh-oleh dengan mudah mendapatkan para omak-omak berjualan dilokasi itu.

Kisah pedagang lomang yang tergusur itu dirasakan omak-omak penjual lomang dari desa Pulau Binjai kecamatan Kuantan Mudik dan rekannya dari desa lain.
Menurut Marni pedagang lomang sejak dulu setiap pacu jalur toluam mereka sudah berjualan dekat pancang 6.

Namun pada pacu jalur tahun ini mereka tergusur.

" Biasanya Kami pedagang karena hubungan telah baik selama ini cukup meminta izin dari pemilik rumah dilokasi itu. Pemilik rumah telah mengizinkan," katanya kepada wartawan di Teluk Kuantan, Rabu (21/8/2024).

"Hati Kami sakit tergusur dari lokasi berjualan lomang selama ini,"ujarnya.

Terpaksa dengan hati sedih dirinya dan pedagang lomang lain pergi membawa lomang ke rumah. Hasrat mengais reseki malah membawa kesedihan dan kekecewaan.

Apalagi setelah mengetahui lokasi mereka itu dijadikan lapak dan dijual ke pedagang lain.

"Kami dapat info lapak dijual ke pedagang dari Sumbar," kata Marni sedih.

Penggusuran yang mereka alami tidak pernah dirasakan pada zaman-zaman bupati sebelumnya. Karena bapak-bapak itu tahu mereka hanya mengais sedikit rezeki untuk keluarga disaat pacu jalur.

Bagi mereka tentu tidak adil jika harus disamakan dengan kemampuan pedagang  besar dan punya modal untuk membayar lapak.

"Dimana keadilan bagi pedagang lokal dan kecil seperti Kami ini," ujarnya. ***