Berita > Pemerintah
Disperindag Pekanbaru Ungkap Penyebab Kenaikan Harga Bahan Pokok
Illustrasi
PEKANBARU, CerminSatu – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru menanggapi kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok di beberapa pasar tradisional di Kota Pekanbaru. Kenaikan tersebut terjadi pada sejumlah komoditas, di antaranya cabai, minyak goreng, dan daging.
Kepala Disperindag Kota Pekanbaru, Yulianis, mengatakan kenaikan harga bahan pokok dipengaruhi sejumlah faktor. Untuk mengantisipasi lonjakan harga yang lebih tinggi, pihaknya terus melakukan pemantauan dan pengawasan di lapangan serta menggelar pasar murah guna meringankan beban ekonomi masyarakat.
"Saat ini memang terjadi kenaikan harga sejumlah bahan pokok, seperti cabai, minyak goreng, dan daging. Namun, kami tetap melakukan pemantauan dan pengawasan dengan menurunkan tim ke lapangan agar kenaikan harga tidak semakin signifikan, terutama di tengah kondisi inflasi saat ini," ujar Yulianis saat ditemui di Kantor UPT Disperindag, Rabu (4/11/2026).
Ia menjelaskan, meskipun Kota Pekanbaru tercatat sebagai daerah dengan inflasi terendah di Provinsi Riau, upaya pengendalian harga tetap menjadi perhatian pemerintah daerah. Kegiatan pasar murah dan pengawasan terhadap distributor terus dilakukan agar harga kebutuhan pokok tetap terkendali sesuai ketentuan harga yang berlaku.
Terkait isu kenaikan harga bahan pokok yang dikaitkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Yulianis menegaskan bahwa kenaikan harga saat ini bukan disebabkan oleh program tersebut. Menurutnya, salah satu faktor yang memengaruhi adalah biaya distribusi karena sebagian besar pasokan kebutuhan pokok di Pekanbaru didatangkan dari luar daerah.
"Misalnya, harga ayam potong saat ini mencapai Rp35.000 per kilogram, sedangkan cabai sekitar Rp100.000 per kilogram. Sebagian besar pasokan didatangkan dari luar daerah, seperti Sumatera Barat dan Medan. Kemungkinan kenaikan harga juga dipengaruhi faktor kekeringan sebagai dampak karhutla beberapa waktu lalu. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi stok dan kuota pasokan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehingga harga mengalami kenaikan," ungkapnya.
Lebih lanjut, Yulianis menyampaikan bahwa Pemko Pekanbaru melalui Disperindag akan terus berkoordinasi dengan sejumlah distributor untuk mengetahui perkembangan pasokan dan harga kebutuhan pokok. Pihaknya juga akan melaporkan kondisi tersebut kepada Wali Kota Pekanbaru sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil langkah pengendalian harga.
Ia turut mengimbau masyarakat agar memanfaatkan kegiatan pasar murah yang diselenggarakan Pemerintah Kota Pekanbaru bersama Pemerintah Provinsi Riau untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
"Kami akan terus memantau harga kebutuhan pokok di lapangan dan berkoordinasi dengan Bapak Wali Kota agar kegiatan pasar murah dapat digelar di setiap kecamatan di Kota Pekanbaru," tutup Yulianis. ***





