Berita > Peristiwa

Aktif di Dunia Jurnalistik Sejak 1999, Bomen Resmi Sandang Gelar CPP

Aktif di Dunia Jurnalistik Sejak 1999, Bomen Resmi Sandang Gelar CPP

Foto : Bowoziduhu Bagaimana atau yang akrab disapa Bomen. Ket : Ist

PEKANBARU, CerminSatu – Kepala Biro media nasional.id Pekanbaru, Provinsi Riau, Bowoziduhu Bawamenewi atau yang akrab disapa Bomen, C.Md., CPLA., CIRM., CIRP., CPP, resmi menyandang gelar nonakademik Certified Paralegal Professional (CPP). Selain itu, Bomen juga resmi bergabung dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bintang 9 Nusantara.

Pencapaian tersebut menjadi bagian dari pengembangan kompetensi dan perjalanan profesional Bomen, yang selama ini dikenal aktif di dunia jurnalistik sejak 1999 hingga sekarang.

Pria yang memiliki nama lengkap Bowoziduhu Bawamenewi tersebut telah menghasilkan berbagai karya jurnalistik dan menulis di sembilan media cetak, baik tingkat nasional maupun lokal.

Dedikasinya di bidang jurnalistik juga mendapat pengakuan melalui Piagam Penghargaan dan Sertifikat dari lembaga pendidikan wartawan Pekanbaru Journalist Center (PJC). Bomen tercatat pernah meraih Juara I Penulis Terbaik sekaligus menjadi salah satu alumni lembaga pendidikan jurnalistik tersebut.

Di kalangan wartawan, Bomen dikenal sebagai sosok yang sederhana, ramah, dan senang berbagi pengetahuan, khususnya kepada wartawan pemula. Ia kerap memberikan pembelajaran mengenai teknik praktis penulisan berita yang baik dan benar sesuai dengan kaidah jurnalistik serta Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Selain aktif dalam dunia jurnalistik, Bomen juga telah bergabung dengan organisasi Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) sejak 2006. Sejak 2012 hingga saat ini, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua DPD GWI Provinsi Riau.

Bomen menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh lembaga yang telah memberikan kesempatan kepadanya untuk belajar, mengembangkan kompetensi, serta memperoleh sertifikat, piagam penghargaan, dan pengakuan profesional.

"Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada masing-masing lembaga yang telah memberikan kesempatan belajar, memberikan piagam, sertifikat, dan gelar sebagai bentuk pengakuan resmi, serta kepercayaan berupa jabatan dalam organisasi profesi," ujar Bomen, Selasa (3/11/2026), di Pekanbaru.

Sebagai seorang jurnalis, Bomen juga mengajak seluruh rekan seprofesi, khususnya wartawan pemula, agar terus meningkatkan kemampuan, giat belajar, dan menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas serta dapat dipertanggungjawabkan.

Menurutnya, salah satu prinsip utama dalam penulisan berita adalah memenuhi unsur 5W+1H, yakni What (apa), Who (siapa), Where (di mana), When (kapan), Why (mengapa), dan How (bagaimana).

"Setiap berita harus lengkap dengan unsur 5W+1H sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar utuh dan mampu menjawab berbagai pertanyaan mendasar terkait suatu peristiwa," jelasnya.

Selain kelengkapan unsur berita, Bomen menegaskan pentingnya prinsip keberimbangan dan objektivitas atau cover both sides. Menurutnya, berita harus disajikan secara adil, tidak memihak, serta memberikan ruang yang proporsional kepada pihak-pihak yang berkaitan dengan suatu peristiwa.

Ia juga mengingatkan pentingnya akurasi dalam setiap produk jurnalistik. Data, nama, tanggal, lokasi, hingga kutipan narasumber harus diperiksa dan ditulis secara tepat guna menghindari kesalahan informasi.

"Saya kira ini merupakan karya ilmiah jurnalistik apabila benar-benar dipedomani, dianalisis, dan disajikan kepada publik. Dengan demikian, informasi yang dihasilkan dapat membantu masyarakat sekaligus menjadi bahan pengetahuan bagi pemerintah," pungkasnya. ***

Berita Terkait