Berita > Pemerintah

Plt Gubri Sampaikan Duka Atas Bencana di Aro Suka Solok

Plt Gubri Sampaikan Duka Atas Bencana di Aro Suka Solok

Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto. Ket : Ist

PEKANBARU, CerminSatu — Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto menyampaikan duka cita dan keprihatinan mendalam atas bencana geologi yang melanda kawasan Aro Suka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

“Atas nama Pemerintah Provinsi dan masyarakat Riau, kami menyampaikan duka cita dan keprihatinan yang mendalam atas bencana geologi yang terjadi di Aro Suka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat,” kata SF Hariyanto, Rabu (23/9/2026).

Ia mendoakan masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut. SF Hariyanto juga berharap proses evakuasi serta penanganan bencana dapat berjalan lancar.

“Semoga seluruh masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan ketabahan, serta proses evakuasi dan penanganan bencana berjalan dengan lancar,” ujarnya.

SF Hariyanto menegaskan, Pemerintah Provinsi Riau turut berempati dan menyatakan solidaritas kepada masyarakat Solok yang terdampak bencana.

“Riau turut berempati dan berdiri bersama masyarakat Solok dalam menghadapi musibah ini. Semoga kondisi segera pulih dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman,” katanya.

Bencana berupa longsor dan pergerakan tanah tersebut terjadi di Aro Suka pada Senin malam (21/9/2026). Peristiwa itu dilaporkan menyebabkan kerusakan permukiman serta mengganggu aktivitas masyarakat.

Banjir bandang yang membawa material lumpur dari kawasan perbukitan juga berdampak terhadap sejumlah fasilitas pemerintahan. Sebanyak 12 kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Solok dilaporkan mengalami kerusakan berat.

Pemerintah Kabupaten Solok kemudian menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari. Kebijakan tersebut disampaikan Bupati Solok Jon Firman Pandu sebagai bagian dari upaya mempercepat penanganan dan pemulihan pascabencana.

Selama masa tanggap darurat, Rumah Dinas Wakil Bupati Solok dialihfungsikan menjadi posko evakuasi sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Pemerintah juga menyiagakan dapur umum tingkat kabupaten dan provinsi untuk memenuhi kebutuhan pangan serta logistik masyarakat terdampak.

Di sisi lain, Balai Wilayah Sungai (BWS) bersama dinas terkait menyiagakan alat berat dan melakukan pengerukan sedimen sungai guna mengantisipasi dampak lanjutan. Langkah tersebut dilakukan menyusul peringatan dini BMKG mengenai potensi curah hujan tinggi di wilayah Solok dan kemungkinan terjadinya banjir susulan. ***