Berita > Peristiwa

Soroti Kenaikan Harga Ayam, Pemko Pekanbaru Panggil Produsen dan Vendor

Soroti Kenaikan Harga Ayam, Pemko Pekanbaru Panggil Produsen dan Vendor

Illustrasi

PEKANBARU, CerminSatu - Kenaikan harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional Kota Pekanbaru yang kini mencapai Rp36 ribu per kilogram menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut, mengatakan Pemko telah membahas kondisi tersebut melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi yang digelar pada Selasa (18/8/2026).

Menurut Ingot, secara umum kondisi inflasi di Kota Pekanbaru masih stabil dan berada dalam sasaran yang terkendali. Namun, terdapat sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga dan perlu mendapat perhatian, salah satunya daging ayam ras.

“Dalam konteks nilainya, harga daging ayam terus merangkak naik. Ini menjadi perhatian kita,” ujar Ingot, Jumat (21/8/2026).

Ia menjelaskan, harga daging ayam yang berada di kisaran Rp36 ribu per kilogram sebenarnya masih di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP) daging ayam ras di tingkat konsumen yang berada pada kisaran Rp38 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram.

Meski demikian, Pemko Pekanbaru tidak ingin kenaikan harga tersebut terus berlanjut dan membebani masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah akan memanggil pelaku usaha yang terlibat dalam rantai pasok daging ayam, mulai dari sektor produksi hingga pelaku pasar.

“Kita panggil juga pelaku usahanya, mulai dari sektor hulu di produksi sampai ke beberapa pelaku pasar,” katanya.

Selain itu, Pemko juga akan meminta keterangan dari vendor yang belum hadir dalam rapat sebelumnya. Pemanggilan tersebut dilakukan untuk mengetahui secara lebih rinci struktur harga dan faktor yang menyebabkan kenaikan harga daging ayam di pasaran.

“Kita mau tahu tentang struktur harga. Dari situ nanti bisa kita tekankan supaya tidak ada kenaikan harga,” pungkasnya.

Pemko Pekanbaru berharap langkah tersebut dapat menjaga kestabilan harga daging ayam sekaligus memastikan pasokan dan distribusinya tetap berjalan dengan baik di tengah kebutuhan masyarakat. ***