Berita > Peristiwa
Walikota Pekanbaru Buka Pelaksanaan Kemah Kerukunan dan Ekoteologi IPARI Provinsi Riau
PEKANBARU, CerminSatu - Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho, secara resmi membuka Kemah Kerukunan dan Ekoteologi Penyuluh Agama Republik Indonesia Kementerian Agama Provinsi Riau Tahun 2026 di Halaman Masjid Agung Al Firdaus, Paripurna Tingkat Kota, Kompleks Perkantoran Walikota Pekanbaru, Jum'at (17/07/2026) malam.
Kegiatan yang mengusung tema "Imanku, Aksiku, Bumi Kita: Bersama Menjaga Harmoni, Merawat Bumi Melayu" ini diikuti sekitar 572 peserta kemah yang merupakan perwakilan penyuluh agama dari seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Riau. Secara keseluruhan, jumlah penyuluh agama dilingkungan Kementerian Agama Provinsi Riau yang tergabung dalam IPARI Provinsi Riau mencapai 975 orang.
Pembukaan dihadiri langsung Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Muliardi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru Syahrul Mauludi selaku tuan rumah Kota Pekanbaru, Ka.kankemenag Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau, para Kepala Bidang dan Pembimbing Masyarakat (Pembimas) di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau, unsur Forkopimda, Ketua PW IPARI Provinsi Riau, Ka. Subbag TU Kemenag Kota Pekanbaru Suhardi HS, Kasi PAIS Marjoni, Ka. KUA, serta tamu undangan lainnya.
Selaku Ketua Panitia, Busihat Abdullah, menyampaikan bahwa terselenggaranya Kemah Kerukunan dan Ekoteologi tidak terlepas dari dukungan iuran seluruh Penyuluh Agama dan juga dari berbagai pihak.
Lanjut, ia mengucapkan terima kasih kepada Walikota Pekanbaru Agung Nugroho, Badan Pengelola Masjid Agung Al Firdaus, BPBD, Basarnas Provinsi Riau, Dinas Sosial Provinsi Riau, Dinas Sosial Kota Pekanbaru, serta seluruh panitia dan pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan lancar.
Kemah Kerukunan dan Ekoteologi ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman moderasi beragama bagi para penyuluh agama sebagai garda terdepan dalam menjaga kerukunan umat di tengah masyarakat yang majemuk serta mampu menjadi pelopor dalam mengajak masyarakat menjaga kelestarian lingkungan dan merawat bumi sebagai amanah bersama.
Kemah Kerukunan dan Ekoteologi ini dilaksanakan selama tiga hari terhitung pada hari Jum'at, 17 sampai 19 Juli tahun 2026, dimana peserta akan mengikuti berbagai agenda, mulai dari seminar, rapat kerja wilayah, diskusi, kegiatan kebersamaan, perlombaan hingga malam api unggun sebagai simbol persatuan, kebersamaan, dan semangat pengabdian penyuluh agama.
Diwaktu yang sama Ketua PW IPARI Provinsi Riau Masrizal dalam sambutannya menyampaikan bahwa meskipun usia organisasi IPARI baru menginjak tiga tahun, namun telah mampu menunjukkan eksistensinya melalui berbagai program yang bermanfaat dan menyentuh kepada masyarakat.
"Mudah-mudahan IPARI Kementerian Agama Provinsi Riau mampu melahirkan kader-kader penyuluh yang semakin berkualitas dan terus memberikan manfaat bagi umat." ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Dr. H. Muliardi, M.Pd menyampaikan apresiasi dan sukses kepada seluruh pengurus IPARI tingkat provinsi maupun kabupaten/kota atas kerja keras dan kekompakan dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia menyebut Kemah Kerukunan dan Ekoteologi merupakan agenda besar yang menjadi bukti semangat kolaborasi para penyuluh agama di Provinsi Riau.
"Semoga Allah SWT meridhai seluruh rangkaian kegiatan ini. Terima kasih kepada seluruh pengurus IPARI Provinsi Riau dan kabupaten/kota yang telah bekerja keras. Terima kasih juga kepada Pemerintah Kota Pekanbaru, khususnya Bapak Walikota Pekanbaru H. Agung Nugroho yang telah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan ini. Walaupun IPARI baru berusia tiga tahun, namun sudah mampu berlari dan menunjukkan kiprahnya. Mari terus bekerja untuk umat, melayani masyarakat dengan sepenuh hati, serta menjaga kekompakan karena keberhasilan kegiatan ini lahir dari semangat kebersamaan," pesannya.
Walikota Pekanbaru Agung Nugroho dalam sambutannya memberikan apresiasi atas penyelenggaraan Kemah Kerukunan dan Ekoteologi yang dinilai selaras dengan arah pembangunan Kota Pekanbaru.
Menurutnya, Pemerintah Kota Pekanbaru saat ini tengah mendorong terwujudnya konsep Green City, sehingga nilai-nilai ekoteologi yang diusung dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan.
"Hari ini Kota Pekanbaru sedang bergerak menuju Green City. Tema Kemah Kerukunan dan Ekoteologi ini sangat sejalan dengan upaya pemerintah dalam membangun kota yang hijau, bersih, dan berkelanjutan. Untuk itu Penyuluh Agama dilingkungan Kementerian Agama Kabupaten/Kota memiliki peran strategis dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan sekaligus mengajak masyarakat mencintai dan menjaga lingkungan," ujar Agung Nugroho.
Sebagai bentuk apresiasi kepada para penyuluh agama, pada kesempatan tersebut Walikota Pekanbaru secara pribadi memberikan hadiah dua paket umrah kepada penyuluh agama Islam kabupaten/kota yang beruntung dalam menjawab beberapa pertanyaan.
Melalui Kemah Kerukunan dan Ekoteologi Tahun 2026 ini diharapkan mampu melahirkan semangat baru bagi seluruh penyuluh agama untuk terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat moderasi beragama, mempererat sinergi lintas sektor, serta mengoptimalkan peran sebagai perekat persatuan bangsa. Dengan semangat "Imanku, Aksiku, Bumi Kita: Bersama Menjaga Harmoni, Merawat Bumi Melayu", para penyuluh agama diharapkan juga mampu menghadirkan pelayanan keagamaan yang menyejukkan sekaligus menjadi pelopor dalam menjaga kerukunan dan kelestarian lingkungan di Provinsi Riau. ***






