Berita > Peristiwa
Berulang Kali Listrik Padam, Warga Rumbai Pertanyakan Kinerja Manajer PLN UP3 Pekanbaru
Illustrasi
PEKANBARU, CerminSatu - Pemadaman listrik yang terus berulang di Kecamatan Rumbai, Pekanbaru bukan lagi sekadar gangguan teknis biasa. Pola kejadian yang terjadi berulang, pada jam-jam krusial, dan tanpa penjelasan transparan mengarah pada satu kesimpulan serius lemahnya pengawasan di tubuh PLN UP3 Pekanbaru.
Sejak malam Tahun Baru hingga awal Januari, warga Rumbai mengalami pemadaman listrik berkepanjangan. bahkan dari sore hingga pagi hari. Ironisnya, pemadaman tersebut kerap terjadi saat masyarakat pulang kerja dan waktu istirahat malam, waktu di mana kebutuhan listrik justru berada pada puncaknya.
Kondisi ini memicu kemarahan publik. Forum Masyarakat Rumbai secara terbuka mendesak agar Manajer (Kepala) UP3 PLN Pekanbaru, Wilsriza, dievaluasi, menyusul buruknya kualitas layanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Ini bukan kejadian insidental. Ini pola. Kalau pemadaman terus terjadi, publik berhak menduga ada masalah serius dalam perencanaan, pemeliharaan, dan pengawasan jaringan listrik,” tegas Ketua Forum Masyarakat Rumbai, Ardian, SH., MH.
Gangguan Teknis atau Kelalaian Sistemik?
Pertanyaan mendasar kini mengemuka: apakah PLN UP3 Pekanbaru benar-benar menjalankan inspeksi jaringan dan perawatan rutin? Ataukah gangguan ini mencerminkan pembiaran terhadap kondisi infrastruktur listrik, khususnya di wilayah Rumbai?
Hingga kini, tidak ada penjelasan terbuka yang komprehensif kepada publik mengenai : 1. Penyebab teknis utama pemadaman,
2. Kondisi aktual jaringan listrik di Rumbai,
3. Jadwal pemeliharaan dan inspeksi terakhir,
4. Langkah mitigasi agar gangguan tidak terus berulang.
Ardian menjelaskan hal tersebut bisa saja terjadi dikarenakan Minimnya transparansi ini memperkuat dugaan bahwa manajemen UP3 PLN Pekanbaru gagal mengantisipasi risiko dan gagal mengelola krisis layanan publik.
“Sebagai Manajer (Kepala) UP3 PLN Pekanbaru, Wilsriza memegang tanggung jawab penuh atas keandalan pasokan listrik, pengawasan UPT di bawahnya, serta komunikasi publik saat terjadi gangguan. Namun fakta di lapangan menunjukkan hal sebaliknya: masyarakat dibiarkan menghadapi kegelapan tanpa kepastian,” ucapnya.
“Kalau listrik padam berjam-jam bahkan berhari-hari, itu bukan lagi soal teknisi di lapangan. Itu soal kepemimpinan. Soal manajemen,” ujar Ardian.
Forum Masyarakat Rumbai menilai kondisi ini sebagai kegagalan struktural, bukan semata gangguan teknis. Ketika layanan vital seperti listrik dikelola tanpa kesiapsiagaan dan akuntabilitas, maka yang terjadi adalah kerugian sosial, ekonomi, dan rasa aman masyarakat.
Desakan Evaluasi dan Audit Kinerja
Atas kondisi tersebut, masyarakat mendesak PLN Wilayah Riau dan manajemen pusat PLN untuk segera:
1. Melakukan audit kinerja UP3 PLN Pekanbaru,
2. Mengevaluasi kepemimpinan Wilsriza selaku Manajer UP3,
3. Membuka data pemeliharaan dan gangguan listrik ke publik,
4. Menjamin tidak ada lagi pemadaman berulang tanpa penjelasan.
“Jangan biarkan masyarakat terus menjadi korban dari kegagalan sistem. Rumbai bukan wilayah kelas dua. Kami berhak atas layanan listrik yang handal dan bertanggung jawab,” tegas Ardian.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, masyarakat menilai kepercayaan publik terhadap PLN sebagai BUMN strategis akan semakin runtuh, dan tidak menutup kemungkinan langkah pengaduan resmi ke DPRD, Ombudsman RI, hingga Kementerian ESDM akan ditempuh. pungkasnya.
Sampai berita ini diturunkan pihak PLN UP3 Pekanbaru belum memberikan klarifikasi atas penyebab pemadaman listrik yang terjadi di rumbai. ***




