Berita > Peristiwa

Program Dinas Perkim Pekanbaru Bangun RLH, Disambut Gembira Warga Simpang Baru

Program Dinas Perkim Pekanbaru Bangun RLH, Disambut Gembira Warga Simpang Baru

PEKANBARU - Rencana Pemerintah Kota Pekanbaru membangun Rumah Layak Huni (RLH) di daerah Kelurahan Simpang Baru mendapat sambutan dari warga di sana dengan merasa senang. 

Menurut seorang warga di Kelurahan Simpang Baru, Susilo bahwa di tempatnya, Kelurahan Simpang Baru terdapat beberapa rumah yang kurang layak huni. Hal ini membuat sebagian warga merasa prihatin.

"Bersyukur Pemerintah Kota Pekanbaru memprogramkan Rumah Layak Huni (RLH) ini, setidaknya membuat warganya mendapatkan rumah yang layak dihuni. Apalagi menurut informasi, daerah Simpang Baru menjadi salah satu yang mendapat program rumah layak huni ini," kata Susilo. Senin, (4/11/2024).

Susilo menambahkan, semoga dengan kegiatan dari Pemerintah Kota Pekanbaru membuat daerah mereka menjadi lebih baik, dan tidak kumuh lagi. Warga yang mendapat program ini juga tidak lagi khawatir rumahnya bisa ambruk dimakan usia.

Berita sebelumnya disampaikan bahwa Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Pekanbaru, mulai melakukan pembangunan sebanyak 45 unit Rumah Layak Huni (RLH).

Puluhan RLH yang bersumber dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Riau dan Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut dibangun di-11 kelurahan.

Kepala Dinas Perkim Kota Pekanbaru Mardiansyah menyebutkan, untuk RLH DAK sebanyak 30 unit, seluruhnya dibangun di Kelurahan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai.

"Kawasan Meranti Pandak ini sekaligus menjadi lokasi penataan kawasan kumuh di Kota Pekanbaru," ucapnya.

Sementara untuk RLH yang didanai Bankeu Provinsi Riau berjumlah 15 unit, terang Mardiansyah, dibangun pihaknya di-10 kelurahan di antaranya Kelurahan Sungai Ambang, Sri Meranti, Simpang Tiga, Tuah Negeri, Tuah Madani, Bencah Lesung, Sialang Sakti, Sungai Ukai, Simpang Baru, dan Lembah Damai.

"Untuk pengerjaan fisik diperkirakan memakan waktu sekitar tiga bulan," ucapnya.

Mardiansyah menyampaikan, anggaran pembangunan RLH dari DAK dan Bankeu berbeda. Yang mana untuk DAK berkisar Rp83 juta per unit, sedangkan Bankeu sekitar Rp66 juta per unit.

"Provinsi Riau sudah menyalurkan bantuan (anggaran) tahap 1 sebesar 60 persen untuk program rumah layak huni. Begitu juga dengan DAK, juga sudah mulai tahap 1," ujarnya.

"Kita upayakan di awal Oktober atau pertengahan Oktober, itu sudah masuk tahap kedua. Setelah itu penyelesaian fisik dan November kita sudah bisa serah terima (kepada warga penerima)," tutup Mardiansyah. ***/Adv.