PEKANBARU - Adanya rencana Pemerintah Kota Pekanbaru membangun Rumah Layak Huni (RLH) di daerah Tuah Madani membuat warga disana merasa senang.
Salah seorang warga di Tuah Madani, Harleini mengatakan bahwa di daerahnya memang ada sejumlah rumah yang kurang layak dihuni.
"Bantuan Rumah Layak Huni (RLH) ini setidaknya membuat warganya mendapatkan rumah yang layak dihuni.
.jpeg)
Selama ini ada kesan kumuh di tengah Kota Pekanbaru masih terdapat rumah yang kurang layak seperti ini. Selain itu, kawasan Tuah Madani menjadi lebih indah dengan dibangunnya RLH ini," jelas Harleini. Jumat, (01/11/2024).
Harleini mengatakan dengan program ini, daerah mereka menjadi lebih baik, tidak kumuh lagi. Warga yang mendapat program ini juga tidak lagi khawatir rumahnya bisa sewaktu-waktu roboh.
Berita sebelumnya disampaikan bahwa Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Pekanbaru, kini mulai melakukan pembangunan sebanyak 45 unit Rumah Layak Huni (RLH).
Puluhan RLH yang bersumber dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Riau dan Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut dibangun di-11 kelurahan.
Kepala Dinas Perkim Kota Pekanbaru Mardiansyah menyebutkan, untuk RLH DAK sebanyak 30 unit, seluruhnya dibangun di Kelurahan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai.
"Kawasan Meranti Pandak ini sekaligus menjadi lokasi penataan kawasan kumuh di Kota Pekanbaru," ucapnya, Rabu.

Sementara untuk RLH yang didanai Bankeu Provinsi Riau berjumlah 15 unit, terang Mardiansyah, dibangun pihaknya di-10 kelurahan di antaranya Kelurahan Sungai Ambang, Sri Meranti, Simpang Tiga, Tuah Negeri, Tuah Madani, Bencah Lesung, Sialang Sakti, Sungai Ukai, Simpang Baru, dan Lembah Damai.
"Untuk pengerjaan fisik diperkirakan memakan waktu sekitar tiga bulan," ucapnya.
Mardiansyah menyampaikan, anggaran pembangunan RLH dari DAK dan Bankeu berbeda. Yang mana untuk DAK berkisar Rp83 juta per unit, sedangkan Bankeu sekitar Rp66 juta per unit.
"Provinsi Riau sudah menyalurkan bantuan (anggaran) tahap 1 sebesar 60 persen untuk program rumah layak huni. Begitu juga dengan DAK, juga sudah mulai tahap 1," ujarnya.
"Kita upayakan di awal Oktober atau pertengahan Oktober, itu sudah masuk tahap kedua. Setelah itu penyelesaian fisik dan November kita sudah bisa serah terima (kepada warga penerima)," tutup Mardiansyah. ***/Adv.






