Kadis Perkim Pekanbaru, Mardiansyah
PEKANBARU - Persoalan perumahan yang layak huni menjadi perhatian Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kota Pekanbaru. Dinas Perkim Pekanbaru berusaha agar seluruh warga Pekanbaru memperoleh Rumah Layak Huni (RLH).
Dinas Perkim Pekanbaru berusaha mempercantik dan memperindah Pekanbaru dengan melakukan pembangunan RLH, sehingga tidak ada lagi dijumpai kawasan kumuh di Pekanbaru.

Kepala Dinas Perkim Kota Pekanbaru Mardiansyah menyebutkan, untuk RLH DAK sebanyak 30 unit, seluruhnya dibangun di Kelurahan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai yang juga menjadi lokasi penataan kawasan kumuh di Kota Pekanbaru.
"Kita berupayah membangunkan rumah layak huni untuk warga Pekanbaru. Kedepannya tidak ada lagi kawasan kumuh di Pekanbaru," jelas Mardiansyah. Kamis, (17/10/2024).
Sementara untuk RLH yang didanai Bankeu Provinsi Riau berjumlah 15 unit, dibangun pada 10 kelurahan di antaranya Kelurahan Sungai Ambang, Sri Meranti, Simpang Tiga, Tuah Negeri, Tuah Madani, Bencah Lesung, Sialang Sakti, Sungai Ukai, Simpang Baru, dan Lembah Damai.
"Untuk pengerjaan fisik diperkirakan memakan waktu sekitar tiga bulan," ungkap Mardiansyah.

Ia menyampaikan, anggaran pembangunan RLH dari DAK dan Bankeu berbeda. Yang mana untuk DAK berkisar Rp83 juta per unit, sedangkan Bankeu sekitar Rp66 juta per unit.
"Provinsi Riau sudah menyalurkan bantuan (anggaran) tahap 1 sebesar 60 persen untuk program rumah layak huni. Begitu juga dengan DAK, juga sudah mulai tahap 1," ujarnya.
"Kita upayakan di awal Oktober atau pertengahan Oktober, itu sudah masuk tahap kedua. Setelah itu penyelesaian fisik dan November kita sudah bisa serah terima (kepada warga penerima)," tutup Mardiansyah. ***/Adv.






